You need to enable javaScript to run this app.

STIE Karya Perkuat Kompetensi Lulusan Lewat Kerja Sama Pelatihan dan Sertifikasi Nasional

STIE Karya Perkuat Kompetensi Lulusan Lewat Kerja Sama Pelatihan dan Sertifikasi Nasional

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Karya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT Satukelas Adhyapana Nusantara terkait penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi profesional. Kesepakatan strategis ini ditandatangani pada 6 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa, alumni, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer PT Satukelas Adhyapana Nusantara, Kenzo Alif Adhisatrio, bersama Ketua STIE Karya, Kirenius C.C. Watang. Kerja sama ini menjadi landasan pelaksanaan berbagai program peningkatan kompetensi berbasis digital melalui platform pelatihan milik Satukelas yang telah mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan profesional di berbagai institusi pendidikan.

Program yang disepakati mencakup pelatihan dan sertifikasi Brevet Pajak AB, Sertifikasi Profesi BNSP Human Resources for Staff (CHRO), Digital Marketing, Training of Trainers (TOT), serta program TOEFL Plus dan General English. Setiap program dirancang dengan kurikulum terstruktur yang menekankan penguasaan kompetensi praktis, mulai dari pemahaman perpajakan, pengelolaan sumber daya manusia, strategi pemasaran digital, hingga keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Peserta program meliputi mahasiswa aktif, dosen, karyawan, serta alumni STIE Karya yang lulus paling lama dua tahun sebelum perjanjian ditandatangani dan belum bekerja. Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, setiap batch pelatihan menetapkan jumlah minimal 50 peserta pada masing-masing jenis sertifikasi. Durasi pelatihan berlangsung selama enam bulan sejak akun pembelajaran diaktifkan, dengan sistem pembelajaran berbasis materi video, mentoring, tugas portofolio, serta asesmen sertifikasi.

Dalam kesepakatan tersebut, STIE Karya memiliki tanggung jawab melakukan sosialisasi program, menyiapkan peserta sesuai kuota, serta mengelola pendaftaran dan pembayaran biaya pelatihan. Di sisi lain, pihak Satukelas berkewajiban menyediakan akses materi, narasumber, fasilitas evaluasi, serta menerbitkan sertifikat bagi peserta yang memenuhi persyaratan kelulusan. Sertifikasi BNSP bahkan akan melalui proses asesmen resmi sebagai bentuk pengakuan kompetensi profesional.

Perjanjian kerja sama ini berlaku selama 24 bulan sejak ditandatangani dan memungkinkan penyesuaian melalui addendum apabila diperlukan. Kedua belah pihak juga sepakat menyelesaikan setiap potensi perselisihan secara musyawarah mufakat, mencerminkan komitmen terhadap kemitraan yang profesional dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, STIE Karya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesiapan kerja lulusan melalui penguatan kompetensi terstandar. Program pelatihan dan sertifikasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang karier lebih luas bagi peserta sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia daerah di tingkat nasional maupun global.

Saat ini terdapat 19 Mahasiswa yang mengikuti pelatihan Brevet Pajak AB dan berdinamika selama enam bulan ke depan. 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Artikel Terkait

Kirenius C.C Watang, S.T.,M.M

- Ketua -

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Karya hadir dalam rangka memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak....

Berlangganan
Banner